Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Seks Oral Picu Kanker Tenggorokan

Penulis : Ikarowina Tarigan
Seks Oral Picu Kanker Tenggorokan

sheknows.com

SEKS oral, menurut para pakar kesehatan dari American Association for Cancer Research, tidak aman bagi kesehatan. Variasi dalam melakukan hubungan seksual ini, menurut mereka, secara dramatis telah meningkatkan angka kejadian kanker tenggorokan selama 20 tahun terakhir. Seks oral ini, menurut mereka, menjadi sarana penularan human papilloma virus (HPV), pemicu pertumbuhan kanker di kepala dan leher.

Peningkatan angka kejadian infeksi HPV yang ditularkan melalui seks oral, menurut Scott Lippman, MD, dari University of Texas M.D. Anderson Cancer Center, turut mendongkrak kenaikan angka kejadian kanker oropharyngeal yang meliputi tumor tenggorokan, amandel, dan pangkal lidah.

Berdasarkan hasil studi 20 tahun yang lalu, lanjut Lippman, hanya ditemukan 20% kasus HPV positif. Sedang sekarang, diperkirakan 60% pasien terinfeksi virus tersebut."Angka kejadian kanker oropharyngeal sekarang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 20 tahun lalu, ini benar-benar tren yang nyata dan dikhawatirkan menimbulkan epidemi," tutur Lippman, seperti dikutip situs webmd.

Perubahan pola kanker tenggorokan

Menurut American Cancer Society Chief Medical Officer Otis Brawley, MD, merokok dan penggunaan alkohol berlebih sebelumnya dianggap sebagai faktor risiko utama penyebab jenis kanker tenggorokan ini. Akan tetapi, terang dia, hal ini mengalami perubahan telak. Hampir setengah dari kasus kanker oropharyngeal yang terdiagnosis sekarang disebabkan oleh infeksi HPV.

"Perubahan praktik seksual selama 20 tahun terakhir, khususnya yang berkaitan dengan seks oral, meningkatkan angka kejadian kanker kepala dan leher dan mungkin juga akan meningkatkan kejadian kanker yang lain." HPV juga merupakan faktor risiko penyebab salah satu jenis kanker kerongkongan.

Paradigma, tambah Lippman, telah berubah. Pasien-pasien sekarang yang terdiagnosis menderita kanker oropharyngeal bukan lagi pasien-pasien yang sebelumnya merupakan mereka yang berusia lanjut, perokok, serta mereka dengan berbagai masalah lainnya."Pasien sekarang adalah eksekutif muda, populasi yang sangat berbeda dari sebelumnya."

Seks oral bukanlah cara yang aman

Para pakar kesehatan menyarankan agar publik bisa memahami bahwa seks oral bukanlah seks yang aman. Tapi, terang Brawley, pesan ini tidak dikampanyekan secara terbuka pada awal epidemi kasus HIV dan masih belum terlalu diperhitungkan juga, khsususnya oleh remaja.

Studi-studi menunjukkan kalau para remaja seringkali tidak menyadarai risiko berkaitan dengan seks oral yang tanpa perlindungan. Cara ini bisa menularkan HPV, chlamydia, dan kencing nanah."Ada pesan kesehatan penting yang harus dipahami oleh publik," tegas Brawley. (OL-08)

Nutrisi Makanan Organik Setara dengan Nonorganik

Penulis : Ikarowina Tarigan
Nutrisi Makanan Organik Setara dengan Nonorganik

knightscientific.com

KANDUNGAN nutrisi makanan organik kerap kali menjadi perdebatan. Apakah makanan organik lebih bernutrisi dibandingkan makanan konvensional? Berdasarkan hasil review studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, makanan yang ditanam secara organik maupun yang ditanam secara konvensional mempunyai jumlah kandungan nutrisi penting yang sama.

"Kami ingin mencari tahu apakah makanan organik memang benar-benar lebih bernutrisi, dan ternyata jawabannya adalah tidak," tutur pemimpin studi Alan D. Dangour, PhD, seperti dikutip situs webmd.

Perbandingan nutrisi

Dangour dan teman-temannya mengumpulkan beberapa studi yang membandingkan makanan organik dan makanan yang ditanam secara konvesional. Studi-studi yang direview telah dilakukan dari Januari 1958-Februari 2008. dari sekain banyak studi, mereka menemukan 55 studi yang tepat. Studi-studi tersebut juga mengevaluasi dan membandingkan kandungan nutrisi dari kedua makan tersebut. Nutrisi yang dibandingkan meliputi

  • Nitrogen
  • Vitamin C
  • Polyphenols
  • Magnesium
  • Kalsium
  • Fosfor
  • Potassium
  • Seng
  • Kandungan solid total
  • Tembaga
  • Kandungan asam

Mereka menemukan, tanaman konvensional memiliki kandungan nitrogen yang lebih tinggi, sedang tanaman organik memiliki kandungan asam dan fosfor yang lebih tinggi. Dari kandungan lain, menurut peneliti, tidak ditemukan perbedaan jumlah sama sekali. Kandungan nutrisi yang sama, menurut mereka, juga terlihat pada makanan produk hewani.


Penuhi Asupan Seng dengan Daging Sapi

Penulis : Ikarowina Tarigan
Penuhi Asupan Seng dengan Daging Sapi

creekstonefarms.com

ANDA pasti sudah sering mendengar kalau kerang-kerangan kaya akan zat seng, mineral yang sangat penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh. Mineral satu ini berfungsi penting mulai dari pembentukan otot hingga respon sistem kekebalan tubuh. Tapi, tahukah Anda kalau daging sapi bisa mencukupi asupan seng harian Anda?

Seng bisa ditemukan pada berbagai makanan termasuk ayam, kacang-kacangan, dan kacang polong. Meskipun bisa ditemukan pada berbagai kanan, menurut perkiraan badan kesehatan dunia WHO, sekitar 1/3 dari populasi global di seluruh dunia mengalami kekurangan zat besi. Para akar kesehatan juga memperkirakan kalau hampir semua orang hanya mendapatkan setengah dari asupan seng yang dianjurkan (15 miligram sehari).

Mengapa seng begitu penting? Studi-studi dari Wayne State University, Michigan, menunjukkan, mineral ini sangat penting dalam menjaga pertumbuhan normal dan dan fungsi sel-sel kekebalan tubuh. Selain itu, seng juga berperan dalam reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel.

Menurut penulis The New Optimum Nutrition Bible Patrick Holford, seng sangat penting dalam pembentukan tulang. Karena itu, ibu hamil dan anak-anak diharapkan mendapatkan asupan yang cukup. Kekurangan seng pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, terang Holford, tidak hanya akan mengganggu pertumbuhan, tetapi juga memicu lemahnya sistem imun, buruknya pertumbuhan otak dan memicu kulit yang tidak sehat.

Seng, lanjut Holford, berperan sebagai antioksidan, mencegah keruskan membran sel dan jaringan lainnya. Seng ini, lanjut dia lagi, mampu memperbaiki DNA, molekul-molekul yang menentukan kode genetik manusia. Dengan cara ini, maka seng berperan dalam memperlambat proses penuaan.

Darimana sumbernya? Anda bisa mendapatkan dosis harian seng sesuai anjuran dari kerang, atau dari 200 gram daging sapi. 250 gram daging ayam mengandung sekitar 7.5 miligram seng, dan 100 gram almond dan kacang-kacangan mengandung 2 miligram seng."Makanan laut dan daging merupakan sumber yang paling kaya seng, jadi vegetarian paling berisiko mengalami defisiensi," tutur Holford, seperti dikutip situs dailymail.


Selain itu, menurut Holford, Anda bisa meningkatkan asupan seng dengan cara mengurangi asupan alkohol, rokok dan stres. Di samping itu, para vegetarian sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi sereal. Sereal mengandung zat kimia phytates yang bisa menghambat penyerapan seng. Vegetarian, disarankan untuk menambah asupan kacang-kacangan, biji-bijian dan whole grain. Ketiga makanan dari tumbuhan ini kaya akan seng. Selain itu, perhatikan juga asupan suplemen besi Anda. Suplemen besi, menurut Holford, juga bisa menghambat penyerapan seng.

Anggur Merah Efektif Cegah Peradangan

Penulis : Ikarowina Tarigan
Anggur Merah Efektif Cegah Peradangan

resveratrolultra.org

ANTIOKSIDAN di dalam anggur merah sebelumnya telah terbukti efektif mencegah pengentalan darah dan mencegah kanker. Tidak hanya itu, para peneliti dari University of Glasgow kembali menemukan kalau anggur merah efektif mencegah peradangan, penyebab penyakit kronis utama.

Anggur merah, menurut peneliti, bekerja mencegah peradangan dengan cara menghambat dua protein kunci pemicu peradangan di dalam tubuh. Anggur merah, terang peneliti, mengandung antioksidan kuat yang dikenal dengan nama resveratrol.

Dalam studinya, para peneliti melakukan percobaan laboratorium untuk melihat efek resveratrol pada dua kelompok tikus yang telah terpapar dengan agen penyebab peradangan yang kuat. Mereka menemukan, tikus-tikus yang tidak mendapatkan resveratrol sebelum terpapar mengalami reaksi serius yang hampir sama dengan sepsis pada manusia.

Sepsis

Sepsis ini bisa memicu terjadinya gagal organ dan kematian. Sedang mereka yang diberikan resveratrol terlindungi dari peradangan. Sepsis, terang peneliti, merupakan gangguan peradangan yang umum dialami. Kondisi ini ditandai dengan respon sistem imun yang berlebihan terhadap suatu infeksi."Penyakit peradangan yang kronis seperti sepsis sangat sulit untuk diatasi dan banyak yang meninggal akibat kurangnya penanganan," tutur salah seorang peneliti Dr Alirio Melendez, seperti dikutip situs dailymail.

Selain itu, lanjut Melendez, pasien yang mengalami sepsis biasanya memiliki kualitas hidup rendah karena kerusakan pada beberapa organ dalam akibat peradangan. Dan studi ini, menurut dia, bertujuan menemukan terapi baru yang bisa menangani penyakit peradangan akut.

Studi yang dipublikasikan di FASEB Journal ini, terang peneliti, diharapkan bisa mengambangkan penanganan baru untuk mengatasi penyakit peradangan."Diharapkan cara ini lebih efektif dari obat-obatan."

Resveratrol secara alami terdapat pada kulit anggur dengan kadar yang bervariasi. Antioksidan ini terdapat dalam jumlah yang lebih tinggi pada anggur merah dibandingkan dengan anggur putih. (OL-08)

Merokok Percepat Kepikunan Hingga 75%

Penulis : Ikarowina Tarigan
Merokok Percepat Kepikunan Hingga 75

selfimprovementbible.com

MEROKOK tidak hanya mendatangkan berbagai efek buruk bagi kesehatan jantung dan paru-paru tetapi bisa juga mempercepat kepikunan. Sebuah studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari Minnesota University, Amerika Serikat, mengklaim kalau merokok di usia pertengahan bisa meningkatkan risiko mengalami kepikunan hingga 75%-nya.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry ini menemukan, perokok yang berusia antara 46 dan 70 berisiko 70% lebih besar menderita kepikunan dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok.

Studi ini juga menemukan hubungan yang erat antara penyakit akibat faktor gaya hidup, seperti diabetes dan hipertensi, dengan kepikunan. Mereka yang menderita hipertensi, menurut peneliti, berisiko 60% lebih besar menderita kepikunan. Sedang pengidap diabetes bahkan berisiko dua kali lipat lebih besar.

"Hasil penelitian kami menunjukkan betapa pentingnya modifikasi gaya hidup dan mengobati faktor risiko sejak dini untuk mencegah kepikunan," tutur pemimpin studi Dr Alvaro Alonso, seperti dikutip situs dailymail. (OL-08)


Anak Sehat dengan ASI dan Imunisasi

Penulis : Ikarowina Tarigan
Anak Sehat dengan ASI dan Imunisasi

askmen.com

KESEHATAN anak di dunia khususnya di negara yang sedang berkembang masih tergolong rendah. 11 juta anak di bawah 5 tahun meninggal setiap tahunnya. Empat juta dari anak ini masih berusia di bawah 1 minggu atau bulan. Sedang jutaan lainnya hidup dengan gangguan kesehatan dan perkembangan.

Kematian pada anak ini, umumnya dipicu oleh faktor yang masih bisa dicegah, seperti kurang gizi dan infeksi. Anak-anak Indonesia yang berjumlah sekitar 30% dari populasi total harus bisa diselamatkan sejak dini dengan upaya pemberian air susu ibu (ASI) dan imunisasi. Pernyataan ini disampaikan oleh satgas Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr.I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA, MARS, dalam seminar yang bertema ASI dan imunisasi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Para ibu, terang Partiwi, sebaiknya memastikan kecukupan gizi dan pembentukan daya tahan tubuh bayi dengan melakukan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan selama dua tahun ke depan dengan dibantu makanan pendamping. Tidak perlu cemas mengenai kekurangan nutrisi. Hasil penelitian, menurut Partiwi, telah membuktikan kalau kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan cukup hanya dengan ASI saja.

Otak bayi yang baru lahir, lanjut Partiwi, sudah terbentuk hingga 90% berupa serabut-serabut sederhana yang belum terbungkus. Pada masa ini, menurut dia, ASI sangat berperan penting. Nutrisi dari ASI berfungsi menghubungkan serabut-serabut yang terputus sehingga membentuk sinaps-sinaps. Selain itu, kandungan laktosa yang terdapat dalam ASI berfungsi untuk membentuk lapisan myelin yang berfungsi melapisi saraf-saraf tersebut."Dengan adanya lapisan pembungkus, maka otak bisa dengan cepat menerima rangsangan," tutur Partiwi.

Apa bedanya dengan susu formula? Menurut partiwi, susu formula berusaha meniru ASI. Tapi ASI tetap jauh lebih baik. ASI, terang Partiwi lagi, mengandung komposisi yang akan berubah. Pada 7 hari pertama, komponen ASI yang keluar dikenal dengan nama kolostrum, ASI yang sangat konsentrat. Kolostrum pada hari pertama, menurut Partiwi, jauh lebih baik daripada hari ke-2."Jadi, sebaiknya pastikan bayi dan ibu tidak dipisah di rumah sakit," tegas Partiwi.

Begitu bayi lahir dan dibersihkan, menurut Partiwi, tidak perlu di pisah ke ruang bayi tapi dibiarkan bersentuhan dengan ibu. Detak jantung dan sentuhan dengan kulit ibu, terang Partiwi, merupakan stimulasi yang akan membantu perkembangan bayi. Penyatuan ruang antara ibu dan bayi dengan segala keuntungan stimulasi tersebut, terang Partiwi, terbukti bisa menurunkan angka kematian bayi hingga 22%.

Selain komposisi kolostrum ini, ASI juga mengandung laktosa yang kadarnya jauh lebih tinggi dibandingkan susu formula. Tingginya kadar laktosa ini, terang dia, merupakan pemicu bayi sering diare pada awal-awal kelahiran. Tapi para ibu tidak perlu cemas karena hal ini juga dipicu oleh sistem pencernaan bayi yang belum sempurna pada 16 minggu pertama."Tapi bisa dilihat dengan berat badan yang akan terus bertambah."

Bagaimana dengan kandungan protein? Susu formula, terang dia, memiliki kandungan protein yang tinggi. Tapi 80% diantaranya adalah casein yang sulit dicerna. Sedang ASI mengandung jenis protein whey yang mudah dicerna. Hal ini, terang dia, akan membuat bayi sering menangis, sedang protein yang sulit dicerna dari susu formula membuat bayi tertidur.Yang lebih baik lagi, lanjut dia, ASI mengandung enzim lipase yang berfungsi mencerna DHA. ASI juga mengandung zat besi yang lebih mudah dicerna. Selain itu, ASI juga mengandung laktoferin yang berfungsi mempercepat penyerapan zat besi.

Kekebalan

Bagaimana cara menyusui yang baik? Partiwi menyarankan agar para ibu relaks dan memberi ASI dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini agar bayi benar-benar mendapatkan komposisi fore milk (cairan bening) dan komposisi hind milk (kental) dari ASI."Tidak bisa diukur waktu yang tepat, tapi jika cukup lama, bayi juga akan mendapatkan hind milk." Fore milk, terang Partiwi, mengandung DHA dan zat kekebalan pasif dari ibu. Sedang hind milk mengandung lemak yang berfungi untuk menambah berat badan bayi.

Bagaimana kalau ibu sakit? Partiwi menganjurkan agar ibu tidak berhenti menyusui, kecuali jika ibu sedang menjalani kemoterapi atau terdiagnosis HIV. Di saat sakit, terang dia, sel darah putih akan membentuk kekebalan yang diedarkan ke seluruh tubuh termasuk ke ASI. Dengan begitu, anak juga mendapatkan zat kekebalan dari ibu."kalau flu ibu bisa memakai masker, atau kalau cacar cukup diperah saja."

ASI, menurut partiwi, bisa mencukupi kebutuhan nutrisi dan menjaga sistem kekebalan tubuh bayi hingga usia 6 bulan. Seiring pertambahan usia, lanjut dia, imunisasi pasif yang didapat dari antibodi maternal ini akan semakin berkurang karena tidak dibuat oleh tubuh sendiri. Karena itu, menurut Dia, orangtua selanjutnya harus membawa anak melakukan imunisasi. (OL-08)



Teka-teki Silang Cegah Pikun Lansia

Penulis : Ikarowina Tarigan
Teka teki Silang Cegah Pikun Lansia

msnbcmedia3.msn.com

ANDA bingung memilih kado ulang tahun untuk kakek atau nenek tercinta? Ada baiknya mempertimbangkan membeli buku teka-teki silang. Mengapa? Sebuah studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Albert Einstein College of Medicine menunjukkan, peningkatan aktivitas yang menstimulasi otak bisa mencegah kepikunan akibat penurunan fungsi memori pada lansia.

Para peneliti menggunakan data dari Bronx Aging Study, yang melibatkan 488 partisipan berusia antara 75 dan 85 tahun. Pada awal studi, semua partisipan tidak menderita kepikunan. Mereka diminta melaporkan seberapa sering mereka terlibat dalam 6 aktivitas yang bersifat menstimulasi mental. Aktivitas tersebut meliputi membaca, menulis, mengisi teka-teki silang, bermain kartu, ikut diskusi kelompok, atau memainkan musik.

Setelah 5 tahun mengikuti perkembangan partisipan, peneliti menemukan ada 101 pasien yang terdiagnosis menderita kepikunan. Berdasarkan analisis terhadap 101 pasien ini, para peneliti menemukan, semakin aktif seseorang secara mental, maka gejala-gejala penurunan memori tertunda kemunculannya

Penelitian

Untuk setiap aktivitas, peneliti meminta para partisipan memberi nilai terhadap tingkat partisipasi mereka, apakah harian, beberapa kali seminggu, atau dilakukan mingguan. Kalau dilakukan setiap hari maka bernilai 7 poin, beberapa kali seminggu bernilai 4 poin, dan dilakukan mingguan bernilai 1 poin. Jika dilakukan hanya pada saat acara tertentu atau tidak sama sekali maka tidak menerima poin.

Mereka yang menderita demensia atau kepikunan memiliki rata-rata poin total sebanyak 7. Peneliti juga menemukan, setiap satu aktivitas tambahan setiap harinya bisa menunda penurunan memori sebanyak 0.18 tahun.

"Mereka yang terlibat dalam 11 aktivitas per minggu mengalami penundaan penurunan fungsi memori yang lebih besar (1.29 tahun) dibandingkan mereka yang hanya berpartisipasi dalam 4 aktivitas per minggu," tutur studi author Charles B. Hall, PhD, seperti dikutip situs webmd. Fenomena ini, terang Hall, tetap sama meskipun para peneliti telah memperhitungkan faktor pendidikan. (OL-08)

Jauhi Kafein, Alkohol dan Rokok Demi Kesuburan

Penulis : Ikarowina Tarigan
Jauhi Kafein Alkohol dan Rokok Demi Kesuburan

msn.com

JAUHI mengonsumsi stimulan seperti kafein dan alkohol bagi perempuan yang ingin segera hamil daripada harus melakukan pengobatan ke klinik kesuburuan. Hal ini diklaim oleh spesialis nutrisi dari Manchester Metropolitan University Dr Emma Derbyshire. 35% pasangan yang mengalami masalah pembuahan, terang dia, hamil setelah berhenti mengonsumsi stimulan.

Menghentikan konsumsi alkohol dan kafein, terang dia, memiliki tingkat keberhasilan yang hampir sama (32%) dengan in vitro fertilization (IVF) sebanyak 33%. Perempuan yang minum alkohol, mengalami penurunan kemungkinan mengalami pembuahan."Mereka yang minum 1-5 takar seminggu turun hingga 60%, sedang mereka yang minum lebih dari 10 takar turun menjadi 30%."

Penurunan kemungkinan pembuahan, menurut dia, juga dialami perempuan yang mengonsumsi kafein. Derbyshire menganjurkan agar perempuan minum kopi atau teh tidak lebih dari 300 miligram (3 cangkir) sehari. Penelitian mengenai kasus keguguran menemukan, kafein bisa mengancam janin karena sangat mudah ditransfer dari ibu ke janin."Padahal janin tersebut belum siap untuk mencerna kafein."

Selain itu, terang Derbyshire, peluang kehamilan melalui pengobatan ketidaksuburan juga semakin menurun."8 dari 10 pengobatan gagal memberikan kuota yang direkomendasikan sebanyak 3 siklus IVF."

Rokok

Selain itu, lanjut Derbyshire, berhenti merokok juga sangat penting untuk memperbaiki kesuburan perempuan."Studi sebelumnya telah menunjukkan kalau merokok bisa menunda kesempatan perempuan untuk hamil hingga 2 bulan," tutur Derbyshire, seperti dikutip situs dailymail. Karena itu, terang dia lagi, para pasangan sebaiknya mengatasi gaya hidup yang tidak sehat terlebih dahulu sebelum memutuskan menjalani pengobatan infertilitas yang mahal. (OL-08)

Kolesterol Stabil Normal dukung Jantung dan Otak

Penulis : Ikarowina Tarigan
Kolesterol Stabil Normal dukung Jantung dan Otak

bengreenfieldfitness.com

MENJAGA kadar kolesterol tetap normal bagus untuk kesehatan jantung sekaligus otak. Hal ini dikuatkan oleh temuan studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari Kaiser and Finland's University of Kuopio.

Para peneliti menyatakan, dewasa muda yang mengalami peningkatan kadar kolesterol hingga pertengahan usia 40-an berisiko lebih besar menderita alzheimer dan penyakit yang berkaitan dengan kepikunan lainnya, beberapa tahun kemudian. Hal ini tetap berlaku meskipun peningkatan kolesterolnya sedang-sedang saja.

Para peneliti mengikuti perkembangan 9.800 partisipan selama 40 tahun. Mereka menemukan, partisipan dengan kadar kolesterol tinggi atau bahkan mereka dengan kadar kolesterol pada garis batas menjelang tinggi di usia 40-an, berisiko lebih tinggi mengalami alzheimer, beberapa tahun kemudian.

"Orang-orang cenderung mengira kalau otak dan jantung terpisah total, padahal kedua organ ini sama sekali tidak terpisah," tutur co-author studi Rachel A. Whitmer, PhD, seperti dikuti situs webmd.

Garis batas

Dalam studi ini,para peneliti melibatkan 9.844 warga Kalifornia Utara. Di akhir studi, 600 dari mereka telah menderita penyakit alzheimer atau kondisi yang dikenal dengan demensia vaskular. Partisipan ini ada yang berusia 60-an, 70-an, dan 80-an.

Studi menyimpulkan, mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi berisiko 66% lebih besar mengalami alzheimer. Sedang mereka dengan kadar kolesterol yang berada pada garis batas menjelang tinggi berisiko 52% lebih besar menderita demensia vaskular.

Berdasarkan panduan sekarang, terang peneliti, total kolesterol 240 dinyatakan tinggi. Dan kolesterol pada rentang 200-239 dinyatakan berada pada garis batas menjelang tinggi.

Suplai darah

Studi ini, merupakan studi pertama yang mempelajari risiko demensia vaskular, jenis demensia yang disebabkan oleh berkurangnya suplai darah ke otak.

Studi ini, menurut lead authro Alina Solomon, MD, menambah bukti bahwa mengontrol faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol, tekanan darah, diabetes, dan berat badan di usia pertengahan juga bisa melindungi otak setelah tua."Menurunkan dan mengontrol berat badan, menerapkan pola makan yang benar, dan olahraga teratur bisa menjaga agar jantung Anda tetap sehat seiring pertambahan usia. Dan hal ini juga bisa menjaga agar otak tetap tajam." (OL-08)

Peminum Berat Berisiko Mengidap Tujuh Jenis Kanker

Penulis : Ikarowina Tarigan
Peminum Berat Berisiko Mengidap Tujuh Jenis Kanker

topnews.in

ANDA terbiasa minum alkohol hingga mabuk? Ada baiknya mulai mengubah gaya hidup Anda. Minum berat ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan jantung, tetapi juga memicu perkembangan tujuh jenis kanker.

Sebuah studi terbaru dari McGill University di Montreal menemukan, peminum berat berisiko dua kali lebih besar mengidap kanker. Risiko ini, menurut peneliti, jauh lebih buruk lagi pada peminum bir dan spiritus dibandingkan mereka yang minum anggur. Peneliti mengklaim, peminum berat bir dan spiritus berisiko lebih besar mengalami kanker tenggorokan, liver dan paru-paru.

Akan tetapi, minum dalam jumlah sedang dan konsumsi anggur tidak menunjukkan efek yang sama. "Kami membandingkan peminum berat dengan mereka yang tidak minum atau hanya minum pada acara tertentu," tutur salah seorang peneliti Dr Andrea Benedetti.

Selain itu, mereka juga melihat tren kelompok yang tidak minum, mereka yang minum mingguan dan mereka yang minum setiap hari. Di samping itu, peneliti juga memperhitungkan beberapa faktor lain seperti merokok, diet dan status sosial ekonomi."Hasilnya sangat mengejutkan,” terang Benedetti, seperti yang dikutip situs dailymail.

Studi yang dipublikasikan di the medical journal Cancer Detection and Prevention ini menemukan, peminum alkohol berisiko lebih besar mengidap kanker kerongkongan, kanker lambung,kanker colon, kanker liver, kanker pankreas, kanker paru-paru dan kanker prostat."Risiko terbesar adalah kanker kerongkongan dan kanker prostat."

Dari hasil keseluruhan ditemukan, lanjut Benedetti, mereka yang hanya minum sedikit atau peminum ringan berisiko lebih kecil bahkan ada yang sama sekali tidak berisiko menderita kanker. Sedang mereka yang minum tiap hari atau beberapa kali sehari paling berisiko mengidap kanker."Hasil studi ini menambah bukti bahwa minum berat sangat tidak baik bagi kesehatan," tegas Benedetti. (OL-08)

Waspada Turunnya Kesuburan di Usia 30

Waspada Turunnya Kesuburan di Usia 30

dailymail.co.uk

KESUBURAN akan menurun seiring dengan pertambahan usia, khususnya setelah usia 30. Karena itu, Perempuan sebaiknya melakukan tes kesuburan di usia 30 untuk meningkatkan kemungkinan menjadi ibu. Hal ini dinyatakan oleh dokter di bidang in vitro fertilization (IVF) profesor Bill Ledger dari Sheffield University. Menurut Ledger, banyak perempuan yang tidak menyadari kalau kesuburan menurun dengan cepat seiring usia.

Menurut Ledger, kesempatan mengalami pembuahan di usia 20-24 sebesar 86%, usia 25-29 turun menjadi 78%, usia 30-34 sebesar 63%, turun lagi menjadi 52% pada rentang usia 35-39 tahun, 36% pada mereka dengan rentang usia 40-44 dan menurun tajam hanya sebesar 5% pada mereka yang telah berusia 45-49 tahun.

Dengan melakukan tes sederhana yang bisa menunjukkan betapa cepatnya jam biologis mereka berputar, terang dia, para perempuan diharapkan bisa merencanakan keluarga sebelum terlambat. Tes darah diikuiti dengan ultrasound scan jika diperlukan, lanjut dia, bisa membantu mengatasi semua masalah sebelum mereka mengalami penurunan kesempatan yang signifikan mengalami pembuahan.

Tes ini biasanya menggunakan kadar hormon untuk mengukur persediaan ovarium, yaitu jumlah telur sehat yang tersedia. Dengan informasi ini, menurut dia, diharapkan para perempuan bisa membuat rencana yang lebih bijak mengenai waktu pembuahan.

Tunda kehamilan

Perempuan, menurut anggota fertility watchdog, the Human Fertilisation and Embryology Authority ini, seringkali tidak menyadari pentingnya usia saat berkaitan dengan kesuburan."Mereka mengira kalau hal tersebut tidak akan terjadi pada mereka karena mereka rajin berolahraga, tidak minum dan merokok. Mereka merasa fit dan muda. Hal ini benar adanya, kecuali untuk indung telur," tutur Ledger, seperti dikutip situs dailymail.

Menurut Ledger, semakin banyak perempuan yang menunda kehamilan. Tapi, hanya sedikit yang menyadari kalau kesuburan menurun hingga setengahnya pada usia 35 dan bahkan menurun tajam setelahnya. karena itu, terang dia, data mengenai kesempatan mereka mengalami pembuahan tentunya bisa membantu mereka menghindari penyesalan di masa depan."Banyak orang bersedih karena tidak mendapatkan anak yang sangat mereka impikan."

Seringkali perempuan yang menunda kehamilan hingga usia 39, terang dia, telah mempunyai karir yang sukses. Perempuan ini telah melewati semua tes di sekolah dengan baik, melanjutkan kuliah, mendapatkan pekerjaan yang baik, menjajaki karir ke level yang tinggi tetapi tiba-tiba tidak bisa mendapatkan sesuatu yang bisa didapatkan oleh orang lain.

Nikah Ditentang, Sex Bebas Tak Terhalang

Fenomena nikah siri di kalangan masyarakat Indonesia, makin beraroma santer, setelah terungkapnya kasus nikah siri di kalangan artis. Kasus paling fenomenal menimpa artis pembuat sensasi, Dewi Persik, dengan dugaan telah melakukan dua kali nikah siri dengan dua pria di masa iddah.

Memang kebenaran informasi tersebut, masih dalam daftar buruan produser infotainment. Benar atau tidaknya nanti, masih menunggu kejujuran Dewi Persik. Selain kasus Dewi Persik, ada sederetan nama artis lainnya yang pada akhirnya mengaku telah nikah siri. Hal itu mereka akui, setelah publik mencurigainya telah melakukan sex pra nikah sebelum resmi menjadi suami istri.

Agak mengherankan memang, ketika suatu ikatan yang dibolehkan agama, harus ditutup-tutupi. Walau ada yang beralasan, demi kontrak kerja yang tidak membolehkan menikah. Alasan ini sedikit masuk akal, karena akibat memutus kontrak kerja agak berat.

Lalu apa pengertian nikah siri yang sebenarnya? Menurut Ust. Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf di Majalah Al Furqan Edisi 12 th III, tentang Nikah Sirri, dikatakan, bahwa nikah siri ada dua jenisnya. Pertama, nikah yang dilakukan tanpa wali, dan kedua pernikahan yang dilakukan dengan adanya wali dan terpenuhi syarat syarat lainnya, tetapi tidak dicatat di KUA setempat.

Maka, untuk pernikahan yang dilakukan tanpa adanya wali dari pihak wanita, maka pernikahan seperti ini adalah batil dan tidak sah. Demikian madhzhab dari kebanyakan ulama. Dalilnya berdasarkan Firman Allah (yang artinya)
“Apabila kamu menceraikan istri istrimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka nikah dengan (mantan) suami mereka …” (Al Qur’an 2: 232).

Sebab turunnya ayat ini, yaitu: Dari Hasan Al Bashri berkata, “Ma’qil bin Yasar menceritakan kepadaku bahwa ayat (Janganlah engkau menghalangi mereka) turun mengenai dirinya”. Beliau berkata selanjutnya, “Saya menikahkan saudariku dengan seseorang, lalu dia menceraikannya sampai tatkala sudah habis masa iddahnya, lalu dia datang lagi untuk meminangnya.

Maka saya pun berkata padanya, “Saya telah menikahkan engkau dan memuliakanmu lalu engkau menceraikannya,
kemudian sekarang engkau datang untuk meminangnya lagi, Demi Allah engkau tidak akan kembali lagi padanya selama lamanya.” Padahal sebenarnya dia itu seseorang yang tidak bermasalah, juga saudariku pun ingin kembali padanya.

Maka turunlah firman Allah : (Janganlah engkau menghalangi mereka). Maka saya berkata : “Sekarang saya akan melakukannya Ya Rasulullah.” Lalu saya pun menikahkan keduanya.” (HR. Bukhari 5130, Abu Dawud 2087,
Tirmidzi 2981).

Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata : “Ayat ini adalah dalil yang paling tegas tentang disyaratkannya wali, karena seandainya tidak ada, maka larangannya tidak akan berarti. Imam Ibnul Mundzir menyebutkan bahwa tidak
diketahui ada seorang sahabat pun yang menyelisihi hal ini. ” (Fathul bari 9 / 187).

Dari hadits kita ketahui, Dari Aisyah Radhiyallahu’anha berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Wanita mana saja yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya bathil – tiga kali-” (HR. Ahmad 6/156, dll dengan sanad shahih. Lihat Al Irwa 6/242/1840).

Kemudian, Pernikahan dipandang sah bila dipenuhi syarat dan rukunnya, yaitu, adanya calon suami dan calon istri, adanya wali, adanya dua saksi yang adil dan ijab dan qobul. Dengan demikian pernikahan dipandang sah bila terpenuhi syarat rukun tersebut, meskipun tidak dicatatkan di KUA.

Al Ustadz Ahmad Sabiq menasehati, apabila pemerintah Muslim di sebuah negeri memerintahkan untuk melaporkan
akad nikah pada suatu badan resmi semacam KUA dan semisalnya, maka wajib menjalankannya. Sebab kedua, untuk menjaga diri dari hal hal yang membuat orang berburuk sangka pada kita adalah sesuatu yang diperintahkan.

Lalu bagaimana hukumnya kalau nikah tanpa diwakili kedua belah pihak keluarga, apakah sudah sah menurut agama Islam? Syarat sahnya suatu pernikahan adalah dengan adanya wali dan dua orang saksi, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Artinya, tidak sah nikah seseorang kecuali dengan dihadiri wali dan dua orang saksi yang adil” [Hadits Riwayat Daruqutny]

Dan berdasarkan hadits yang lainnya, “Pelacur adalah wanita yang menikah sendiri tanpa ada bukti (wali dan saksi)” [Hadits Riwayat At-Tirmidzi]. Dan Umar pernah mendapat laporan bahwa ada orang yang menikah hanya disaksikan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka beliau berkata, “Demikian itu adalah nikah sirri (rahasia), sendainya aku menemuinya, maka aku akan merajamnya” [Hadits Riwayat Malik dalam kitab Al-Muwaththa']. Dan berdasarkan perkataan Ibnu Abbas : “Tidaklah suatu pernikahan dianggap sah bila tidak dilandasi bukti (wali dan saksi).

Setelah memaparkan hadits-hadits tentang wali dan saksi dalam pernikahan Imam At-Tirmidzi berkata : “Pendapat yang disepakati para ulama dari kalangan sahabat dan tabi’in, adalah pendapat yang mengatakan bahwa wali dan saksi adalah syarat sahnya pernikahan, dan tidak sah pernikahan yang tidak dihadiri wali dan dua orang saksi yang adil”.

Dan pendapat ini sesuai dengan tujuan dari syari’at Islam, yaitu melindungi kehormatan, menjaga kemurnian nasab, menghalangi perzinaan dan kejahatan serta mengantisipasi terjadinya keretakan dalam kehidupan rumah tangga. Adapun pernikahan seorang muslim dengan wanita ahli kitab adalah tidak sah kecuali dengan hadirnya wali dan dua orang saksi muslim, ini menurut pendapat yang kuat dalam madzhab Syafi’i sesuai dengan maksud hadits dan atsar juga tujuan syari’at.

Selain nikah siri, ada lagi nikah jenis lainnya beredar di tengah-tengah masyarakat kurang beriman. Seperti di Cisarua, dikenal dengan adanya ‘Nikah Kilat’ alias nikah kontrak/mut’ah. Adapun nikah mut’ah adalah nikah dalam jangka waktu tertentu, sehingga apabila waktunya telah habis maka dengan sendirinya nikah tersebut bubar tanpa adanya talak.

Dalam nikah mut’ah si wanita yang menjadi istri juga tidak mempunyai hak waris jika si suami meninggal. Dengan begitu, tujuan nikah mut’ah ini tidak sesuai dengan tujuan nikah menurut ajaran Islam sebagaimana disebutkan di atas, dan dalam nikah mut’ah ini pihak wanita teramat sangat dirugikan. Oleh karenanya nikah mut’ah ini dilarang oleh Islam.

Dalam hal ini syaikh al-Bakri dalam kitabnya I’anah at-Thalibin menyatakan, “Kesimpulannya, nikah mut’ah ini haram hukumnya. Nikah ini disebut nikah mut’ah karena tujuannya adalah untuk mencari kesenangan belaka, tidak untuk membangun rumah tangga yang melahirkan anak dan juga saling mewarisi, yang keduanya merupakan tujuan utama dari ikatan pernikahan dan menimbulkan konsekwensi langgengnya pernikahan”.

Memang benar bahwa nikah mut’ah ini pernah dibolehkan ketika awal Islam, tapi kemudian diharamkan, sebagaimana dinyatakan oleh al-Imam an-Nawawi dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim, “Yang benar dalam masalah nikah mut’ah ini adalah bahwa pernah dibolehkan dan kemudian diharamkan sebanyak dua kali; yakni dibolehkan sebelum perang Khaibar, tapi kemudian diharamkan ketika perang Khaibar. Kemudian dibolehkan selama tiga hari ketika fathu Makkah, atau hari perang Authas, kemudian setelah itu diharamkan untuk selamanya sampai hari kiamat”.

Alasan kenapa ketika itu dibolehkan melaksanakan nikah mut’ah, karena ketika itu dalam keadaan perang yang jauh dari istri, sehingga para sahabat yang ikut perang merasa sangat berat. Dan lagi pada masa itu, masih dalam masa peralihan dari kebiasaan zaman jahiliyah. Jadi wajar jika Allah memberikan keringanan (rukhshah) bagi para sahabat ketika itu.

Ada pendapat yang membolehkan nikah mut’ah ini berdasarkan fatwa sahabat Ibnu Abbas r.a., padahal fatwa tersebut telah direvisi oleh Ibnu Abbas sendiri, sebagaimana disebutkan dalam kitab fiqh as-sunnah, “Diriwayatkan dari beberapa sahabat dan beberapa tabi’in bahwa nikah mut’ah hukumnya boleh, dan yang paling populer pendapat ini dinisbahkan kepada sahabat Ibnu Abbas r.a., dan dalam kitab Tahzhib as-Sunan.

Sedangkan Ibnu Abbas membolehkan nikah mut’ah ini tidaklah secara mutlak, akan tetapi hanya ketika dalam keadaan dharurat. Akan tetapi ketika banyak yang melakukannya dengan tanpa mempertimbangkan kedharuratannya, maka ia merefisi pendapatnya tersebut. Ia berkata: “inna lillahi wainna ilaihi raji’un, demi Allah saya tidak memfatwakan seperti itu (hanya untuk kesenangan belaka), tidak seperti itu yang saya inginkan.

Saya tidak menghalalkan nikah mut’ah kecuali ketika dalam keadaan dharurat, sebagaimana halalnya bangkai, darah dan daging babi ketika dalam keadaan dharurat, yang asalnya tidak halal kecuali bagi orang yang kepepet dalam keadaan dharurat. Nikah mut’ah itu sama seperti bangkai, darah, dan daging babi, yang awalnya haram hukumnya, tapi ketika dalam keadaan dharurat maka hukumnya menjadi boleh”

Namun demikian, pendapat yang menghalalkan nikah mut’ah tersebut tidaklah kuat untuk dijadikan dasar hukum. Sedangkan pendapat yang mengharamkannya dasar hukumnya sangat kuat, sebab dilandaskan di atas hadis shahih sebagai berikut, “Diriwayatkan bahwa sahabat Ali r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. melarang nikah mut’ah ketika perang Khaibar” Hadis dianggap shahih oleh imam Bukhari dan Muslim.

“Diriwayatkan bahwa sahabat Salamah bin al-Akwa’ r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. memperbolehkan nikah mut’ah selama tiga hari pada tahun Authas (ketika ditundukkannya Makkah, fathu Makkah) kemudian (setelah itu) melarangnya” HR. Muslim.

“Diriwayatkan dari Rabi’ bin Sabrah r.a. sesungguhnya rasulullah s.a.w. bersabda: “wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku pernah mengizinkan nikah mut’ah, dan sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat, oleh karenanya barangsiapa yang masih mempunyai ikatan mut’ah maka segera lepaskanlah, dan jangan kalian ambil apa yang telah kalian berikan kepada wanita yang kalian mut’ah” HR. Muslim, Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban.

Selain nikah beda jenis kelamin, di luar negeri mulai banyak pula nikah satu jenis kelamin. Lelaki nikah sama lelaki dan wanita nikah sesama wanita. Mereka berasalan kalau hal ini Hak Azazi Manusia (HAM). Mau nikah nikah sejenis atau beda jenis, terserah pada yang bersangkutan. Pemerintah hanya bertugas menjadi fasilitas, agar mereka diakui negara.

Beberapa warga Indonesia yang memiliki hasrat sejenis, sudah ada yang lari ke Belanda atau negara lainnya, untuk bisa nikah sejenis. Bahkan gerakan kaum gay atau lesbian ini, bisa saja membesar jika kekuatannya terus bertambah. Bukan tidak mungkin, mereka akan berdemo besar-besaran, kalau waktunya sudah tiba.

Selanjutnya ada nikah secara poligami, yakni seorang lelaki menikahi 4 wanita dengan cara yang legal dan syah. Banyak kaum wanita yang sok membela HAM, menentang praktek halal dan legal yang satu ini. Kasus Syekh Puji, menandakan tingkat kebencian kaum wanita teramat tingginya. Tentunya sangat berbeda sekali, saat mendapati wanita yang dipajang di night club atau tempat pelacuran lainnya. Kaum wanita banyak diam, bahkan terkesan mendiamkan kasus jual beli wanita tersebut.

Berikut ada juga kasus poliandri, di mana satu wanita menikahi beberapa orang lelaki dalam satu masa tertentu. Inilah kebanyakan yang dilakoni wanita yang mau dikawin kontrak. Dalam sebulan, mereka bisa dinikahi dua sampai 10 lelaki. Semua tergantung kontrak, jika hanya dua hari, maka makin banyak ia bisa menikahi lelaki benyak uang.

Memang motivasi sebagian wanita yang notabene menikahi lelaki Arab yang lagi berkunjung ke Indonesia, hanya semata masalah mahar besar semata. Sehingga mereka menjadikan acara pernikahan yang sakral menjadi permainan belaka. Padahal dalam Islam, seorang istri yang sudah dicerai, harus menunggu 3 kali suci berturut-turut, sebelum akhirnya menikah lagi.

Selain beberapa macam nikah yang ini, dalam masyarakat juga berkembang seks bebas tanpa ikatan. Semua pelaku seks bebas mengaku melakoninya demi tujuan nafsu semata. Kelompok kumpul kebo ini, juga tidak sedikit jumlahnya dan dilakoni tidak hanya generasi muda tapi juga yang sudah tua.

Pelakunya juga bebas melakukannya di mana saja, di tempat mana ia suka. Mereka pun bubar atas dasar keinginan bersama, agar bisa lepas memacari siapapun yang ia ingini. Tidak sedikit, di antara pelaku seks bebas yang akhirnya berprofesi sebagai pelacur. Bagi yang bertampang lumayan, maka hotel menjadi tempat mangkal. namun yang berwajah pas-pasan, di mana pun mau di booking.

Dari kasus ini, pernikahan yang menguntungkan wanita hanya pernikahan dengan lelaki tidak beristri ataupun yang poligami saja. Di mana pernikahannya dicatat secara sah dan legal. Anak yang lahir juga dapat hak waris, sebagaimana yang dibolehkan Islam. Untuk yang berpoligami, disyaratkan harus adil, agar si lelaki tidak teraniaya di akhirat, bila tidak berlaku adil.

Sayang sekali, banyak yang lari dari pernikahan legal dan lebih memilih yang ilegal. Anehnya, pernikahan ilegal tidak menyulut amarah para pembela HAM wanita, di mana mereka terkesan diam dengan adanya tempat pelacuran. Tidak ada gerakan untuk membebaskan wanita di pelacuran, sebagaimana semangat mereka membebaskan Ulfa dari pernikahannya dengan Syekh Puji. Hendri Nova

ANDA PEMARAH ?, MAKA ANDA BERESIKO TINGGI MATI MUDA !

Ilmu kedokteran modern menemukan bahwa immune system dapat mempengaruhi sistem syaraf pusat, secara langsung melalui sistem indoktrin. Tubuh kita ternyata menghasilkan sejumlah zat utusan (Massanger substances) neurotransmetter seperti serotonin, neuropeptid seperti indorfin, feron. “Zat-zat inilah” yang kata Jalaluddin Rahmat “mempengaruhi perubahan kondisi fisik dan psikologis manusia, lebih menarik lagi, produksi zat-zat ini juga sangat erat kaitannya dengan kondisi pikiran kita, dengan jiwa kita”.
Karena begitu erat hubungan antara tubuh dan jiwa, maka tak heran bila dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa orang yang hidupnya selalu optimis akan tampak segar bugar dan cenderung tidak mudah terserang penyakit. Sebaliknya orang yang pesimistis, rentan sekali terserang penyakit, bahkan kadar prosentasenya pun lebih banyak yang memiliki umur pendek bila dibandingkan dengan mereka yang selalu berpandangan tenang dan optimis dalam hidupnya.
Pesimistis, kata Dr. Friedman dari University California, berkaitan dengan kecenderungan berpikir negatif dan fatalistik, segala sesuatunya terlihat buruk. Akibatnya orang tersebut mudah terjangkiti rasa bermusuhan yang tidak berkesudahan, rasa sedih yang berkepanjangan dan selalu merasa tertekan.
Selain itu, mereka yang bersikap sinis dan cepat marah pun digolongkan beresiko tinggi untuk mati di bawah usia 50 tahun. Kesimpulan ini pernah diungkapkan oleh Dr. Redford B. William dari Duke University, Durham, Amerika Serikat dalam suatu seminar di Monterey California beberapa tahun yang lalu. Kematian dini pada kelompok ini , katanya, lima kali lebih besar dari berbagai kelompok lainnnya. Penyebab utamanya adalah serangan penyakit jantung.
“Pada orang normal, rasa marah ini bisa dikendalikan. Sedangkan mereka yang berkepribadian pemberang, rasa marah atau tidak senang yang muncul hampir dimanifestasikan dengan tingkatan sinis. Lebih parah lagi banyak di antara mereka ini yang sikap sinis dan bermusuhannya muncul secara tetap setiap hari” tutur William.
Marah cenderung lebih cepat muncul pada kaum pria. “Pada umumnya pria cenderung lebih cepat marah dan agresif dibandingkan dengan wanita” Ujar Dr. Leonard Berkowitz, profesor Psikologi dari Universitas Winconsin ini juga menyebutkan bahwa sifat marah ini disebabkan karena hormon testoteron terhadap perkembangan otak bayi laki-laki sejak masih dalam kandungan.
Penyebab lainnya yaitu faktor sosio kultural. Beberapa kalangan masyarakat masih menganggap kemarahan sebagai sesuatu yang negatif : seseorang boleh saja mengekspresikan perasaan tegang dan tertekannya, kecuali marah. Akibatnya, kita jadi tidak tahu bagaimana cara mengendalikan atau mengungkapkan rasa marah secara tepat. Penelitian juga menemukan bahwa faktor keluarga turut memegang peranan. Orang yang mudah marah biasanya berasal dari keluarga korban perceraian, sering bertikai, dan tidak memiliki komunikasi emosional.
Rasa marah yang tidak terkendali, dapat menimbulkan tindakan agresi (Menyerang) yang malah memperburuk keadaan. Penemuan baru yang dipublikasikan dalam majalah kedokteran Circulation : Journal of The American Heart association, menyatakan bahwa rasa marah berpotensi menimbulkan serangan jantung, terutama pada pria dan wanita paruh baya dengan tekanan darah normal. Ada juga orang yang tidak bisa menyalurkan rasa marahnya dengan tepat (Pasif-agresif) . misalnya seorang tetangga atau rekan kerja yang selalu saja melecehkan, melontarkan kritikan, dan memberi komentar yang sinis terhadap segala tingkah laku orang lain.
University North Carolina telah mengadakan penelitian selama enam tahun dengan melibatkan 13.ooo orang di mana 256 orang di antaranya mengalami serangan jantung. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang memiliki kecenderungan marah lebih besar, ternyata beresiko tiga kali lebih tinggi terkena serangan jantung atau meninggal mendadak. Gangguan jantung seorang pemarah 35% lebih tinggi dibandingkan individu yang mampu menahan marahnya. Hasil yang sama juga didapati setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor resiko seperti merokok, diabetes, kolesterol tinggi dan kelebihan berat badan (Obesitas).
Para pakar menyatakan bahwa cara terbaik untuk mengatasi marah adalah dengan mengetahui hal-hal yang memicunya dan mencegah agar faktor pemicu tersebut tidak sampai membuat seseorang lepas kontrol. Adapun cara yang tepat untuk mengekspresikan rasa marah, yaitu dengan mengungkapkan secara terbuka tetapi tidak agresif (Menyerang). Mengungkapkan kemarahan secara terbuka bukan berarti memaksa atau menekan orang lain untuk menuruti kemauan kita. Menghormati diri sendiri dan orang lain sangatlah perlu. Sedangkan dalam Islam disarankan bagi siapa saja yang marah, maka untuk menghilangkannya salah satu caranya adalah dengan mengambil air wudhu’, lalu mendirikan shalat, agar hati yang panas kembali reda. Untuk itu hindarilah dampak marah yang buruk lebih jauh, tentu jalan terbaiknya adalah menjauhkan dari sifat-sifat negatif itu pada anda, Insya Allah anda akan mendapatkan hidup ini selalu dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani.
Satu hal lagi yang harus anda jauhi adalah, sifat iri. Menurut Northcote Parkinson dalam bukunya yang berjudul Getting Along With People, ada dua dampak sifat iri. Pertama, membenamkan seseorang pada perasaan sesal, kecewa, depresi/stres,dan frustasi. Kedua, rasa iri cenderung membangkitkan semangat untuk bersaing dengan orang yang berhasil. Dampak pertama sudah selayaknya anda jauhi. Tetapi dampak yang kedua justru bisa membuat anda meraih sukses. Untuk mengembangkannya, cobalah : fokus pada kelebihan orang lain, bila anda sedang merasa iri, berpikirlah bahwa andapun bisa memiliki kelebihan itu. Jangan lama-lama memanjakan rasa iri, bangkit dan tersenyumlah, lalu akui bahwa orang lain yang membuat anda iri itu memang pantas sukses karena hal-hal positif yang dimilikinya seperti kerja keras, penuh semangat, cerdas, dan sebagainya. Selanjutnya atur strategi agar anda bisa menjadi pesaingnya yang sehat. Jangan sekali-kali memupuk rasa iri menjadi kebencian. Yakinlah, walau bagaimanapun anda akan merasa lebih nyaman bersaing dengan perasaan yang positif. Dan cobalah untuk berpikir positif bahwa esok, anda pun akan berhasil seperti dia.
Bersahabatlah dengan orang-orang sukses dilingkungan anda. Keberhasilan dan kesuksesan seseorang juga dipengaruhi dengan siapa anda bergaul. Kalau anda bergaul dengan orang-orang yang gagal maka kemungkinan besar andapun akan ikut gagal, sebaliknya bila anda bergaul dengan orang-orang yang sukses, anda tentu akan termotivasi untuk ikut sukses pula. Dan yang paling penting, carilah cara yang paling rasional untuk mencapai kesuksesan, jangan pernah sekalipun berpikir untuk meraih sukses dengan jalan pintas.

Bahaya Hobi Mengucek Mata

Seringkali kita mengucek mata saat terasa gatal atau ada sesuatu yang mengganjal yang akibatnya mata menjadi merah dan perih. Tak hanya itu mengucek mata juga bisa melemahkan otot yang ada di mata.

Mata yang merah dan perih disebabkan oleh iritasi akibat gesekan saat mengucek mata. Seseorang kadang berlebihan bahkan bisa terbilang hobi ketika mengucek mata dan dilakukan terus sampai rasa gatalnya hilang.

“Mengucek mata, yoga dengan kepala di bawah, tidur dengan wajah menempel pada bantal atau berenang merupakan berbagai aktivitas yang bisa menyebabkan penekanan mata meningkat,” ujar Professor Charles McMonnies, dari UNSW School of Optometry and Vision Science, dalam jurnal yang telah dipublikasikan berjudul Optometry and Vision Science, seperti dikutip dari Science, Senin (10/8/2009).

Saat menyentuh mata, kelopak mata akan mengalami peningkatan tekanan. Cahaya lampu yang terlalu silau lebih sedikit memberikan tekanan dibandingkan dengan mengucek mata dengan keras yang bisa memberikan tekanan 3 sampai 5 kali lebih besar dari tekanan normal.

Pada kasus mengucek mata, terjadi efek kombinasi menutup mata dan kekuatan mengucek mata yang bisa meningkatkan tekanan lebih tinggi lagi. Mengucek dengan keras bisa meningkatkan tekanan hingga 10 kali lebih tinggi dibanding tekanan normal.

“Tekanan yang normal akan memberikan konsekuensi yang sedikit, tapi tekanan pada mata yang kuat dalam jangka waktu yang lama dan terjadi secara berulang bisa memberikan kontribusi pada kerusakan mata seperti glaukoma, lebih cepat terkena rabun jauh, conical kornea atau bisa juga menyebabkan kebutaan,” ujar Professor Charles McMonnies.

Menghindari kontak mata dengan bantal atau masker tidur juga bisa membantu mengurangi tekanan sensitif pada mata. Saat mengucek mata juga bisa melemahkan otot levator palpebra yang berfungsi mengangkat kelopak mata, sehingga jika mengucek mata akan membuat mata terlihat lebih kecil atau seperti mata mengantuk.

Tekanan mata yang normal terjadi saat menutup mata, berkedip dan saat menarik nafas dalam tidak akan memberikan konsekuensi karena tekanan yang diberikan sangat kecil dan tidak dalam waktu yang lama.

Untuk itu sebaiknya menghindari beberapa aktivitas seperti berikut:

  1. Menghindari tidur dengan wajah tertunduk dan kontak dengan bantal, karena dalam bantal tersebut bisa saja terdapat kutu atau debu yang bisa membuat mata iritasi.
  2. Menghindari mengucek mata, karena bisa membuat mata iritasi, kering dan membuat mata perih.
  3. Menunduk bisa meningkatkan tekanan, karena itu sebaiknya jika membaca dalam posisi duduk.
  4. Menyeka air mata adalah kegiatan yang paling baik dengan menghapus dari ujung mata dan meminimalkan kontak dengan kelopak mata.

Jadi, mulai sekarang jika mata terasa gatal atau ada yang mengganjal dimata jangan menguceknya dengan keras tapi seperlunya saja, karena bisa berbahaya untuk kesehatan mata itu sendiri.

Sumber: http://health.detik.com/read/2009/08/10/180057/1180744/766/bahaya-hobi-mengucek-mata

PERANAN AGAMA DALAM MEMBERANTAS HIV AIDS (DJAZULI NUR M.A)

Bahwa ilmu Pengetahuan belum berhasil mengembangkan pengobatan penyakit HIV AIDS yang mengancam kehidupan manusia, baru berhasil untuk mencegah proteksi tersebarnya penyakit ini dan hanya merupakan anjuran. Sedang yang diharapkan adanya peranan media cetak, tayangan tv dan radio membangkitkan kesadaran secara aktif sesuai dengan akidah agama dan kebudayaan sehingga nampak jelas peranan agama dan peranan mesjid dan gereja dalam menjaga kesehatan secara perorangan dan masyarakat dari penyakit HIV AIDS dan yang serupa, bagaimana cara memberantasnya. Bahwa agama menyerukan kepada manusia dapat menjaga kesehatan secara umum, memiliki ahlak, moral yang tinggi dan mengetuk dalam diri dengan iman sehingga berhasil mengakui diri dari perbuatan tidak terpuji, karena menurut data-data bahwa penyakit HIV AIDS timbul dari perbuatan seks secara liar, penyakit akibat dari homosexual mencapai 70%.dan akibat penularan 30 persen. WHO menyerukan agar masjid dan gereja berperan dalam memberantas sebab-sebab timbulnya penyakit HIV AIDS, masing-masing menyampaikan ayat-ayat dari kitab masing-masing.Perjanjian lama Taurat dan perjanjian baru Injil dan Al Quran Al Qarim. Masjid dan pengajian, bahwa orasi-orasi sangat berperan dalam usaha memberantas sebab-sebab penyakit yang terkutuk berhasil mengurangkan jumlah penyakit menular ini. Dapat dipaparkan disini, bahwa agama melalui orator-orator dapat mencegah tersebarnya HIV AIDS dan merupakan salah satu jalan membendung dan memberantas HIV AIDS. Syariat Islam mewajibkan manusia untuk memelihara agama, jiwa; ahlak, keturunan, harta dan melarang melepaskan nafsu birahinya dengan cara berbuat sexsual diluar nikah atau selingkuh. Syariat islam membolehkan pelampiasan sexsual melalui nikah secara syah sehingga tidak terjadi atau dihinggapi penyakit menular dan timbul kepuasan jiwa Dibolehkan ibu menderita HIV/AIDS menitipkan anaknya pada pengasuh dan dilarang menyusui anaknya, istri dibolehkan minta cerai dari suami yang menderita HIV/AIDS. Semua agama memastikan, bahwa pernikahan secara syah adalah terpenting dalam memproteksi penyebaran penyakit HIV/AIDS. Ketentuan agama melarang zina memerangi dan menutup semua jalan menyampaikan kepada penyakit ini karena akan memecah kerukunan rumah tangga disamping perbuatan keji ini akan merusak moral. Dalam perjanjian lama Nabi Musa AS menerima wangsit dengan jelas Jangan berbuat zina dan mematuhi hukum. Islam dalam masalah zina antara laki-laki dan perempuan secara liar dan homoseksual terjadid pada kaum nabi Luth firman Allah Innakum La Taktunan Arijala Shahwatan Min duni nisak Bal Antum Qaumun Musrifun Surah Annahel Ayat 61 Artinya sungguh kamu (kaum nabi Luth AS) telah melampiaskan nafsu biraimu kepada Lelaki-2 bukan kepada perempuan, benar kamu adalah kolompok orang-2 yang melanggar hukum. Al Quran telah menuturkan dalam beberapa ayat larangan ZINA antara lain firman Allah La Takrobu Azzina Innahu kana Fahi shatan Wa Saa Sabila .surah Al Israk ayat 32 artinya Janganlah kamu mendekati jalan mengarah kepada perbuatan zina mata melihat show live, gambar porno, telinga mendengar bisikan dan rayuan, mulut memanggil-manggil untuk perbuatan tidak terpuji dan keji dan zinah akan membuka kejahatan-kejahatan yang lain seperti mempergunakan obat bius, minuman keras dan sebagainya yang dilarang oleh syariat Islam.arti dalam bahasa Inggris No come nigh adultary For it is shameful (deed) And an Evil Opening Road ( toother Evils. Syariat Islam bahwa pernikahan sesuatu ketentuan Agama adalah merupakan tameng, proteksi manusia dari penyelewengan sexsual atau dalam istilah kumpul kebo, memberantas perzinaan, membendung jalur-2 yang menyebabkan timbulnya marabaya HIV/AIDS dan penularanya. Al Quraan menegaskan, bahwa pernikahan adalah nikmat dan kurnia yang diberikan oleh Allah kepada hambanya. Firman Allah dalam surak Annahle ayat ber bunyi W allahu Jaala lakum min Anfusikum Azwaja Wa Jaala lakum min Azwajikum Banin wa hafadah Warozaqokum attayibaat A fa bilbatil yukminun wa binikmatitallahi hum yakfurun. artinya Allah telah menjadikan mitra hidupmu dari jenismu (bukan jenis Malaikat dam Jin) dan menjadikan hubungan mesramu anak laki dan perempuan, bahkan cucu-cucu, dan Allah memberikan anugrah kepadamu anugrah (rizki) yang terbagi dan legal, maka Apakah mereka percaya dan meyakini akan perbuatan yang sia-sia dan pula tidak berterimakasih ( mempergunakan) anugrah Allah ?. Pada kesimpulan menurut agama, bahwa manusia hidup ini terbagi 2 macam: 1. Manusia konsekwen terhadap dan perpegang teguh pada perintah agama, menjalankan perintah agama dan mejauhkan diri dari larangan-larangannya. 2. manusia dikuasai oleh syahwat, hawa nafsunya berakibat lupa diri terbius oleh sjakan Syetan memandang yang tidak baik menjadi indah seperti zina dan maksiat yang lain. Islam berprinsip bahwa zina mempunyai kekuatan hukum dilarang secara mutlak tidak seperti sebagaian negara-negara menyediakan alat agar tidak terjangkit penyakit HIV/AIDS. Dua sebab inti timbul dan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS kebanyakan manusia berpendapat bahwa HIV/AIDS akibat hubungan sexsual secara liar atau hubungan diluar nikah, namun disisi lain HIV/AIDS muncul dari beberapa sebab,seperti disebutkan diatas, yaitu transfusi darah berfirus HIV penggunaan jarum suntik dan terdapat faktor lain penyakit HIV/AIDS adamya rumah pelacuran (germo) baik untuk pria dan wanita juga rumah disediakan untuk homosex. Statistik menunjukkan bahwa prosentase penyebab penderita penyakit ganas HIV/AIDS 60% akibat hubungan seks liar dan terjangkit penyakit menular ini bagi mereka yang telah melakukan nikah tidak secara hukum sebanyak 30% termasuk homosek. Adapun homosexsual (laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan) akan mengalami hal yang sama menderita penyakit ini. Sebelum meluncurnya penyakit terkutuk HIV/AIDS adalah sphilis, gonores, hepatitis, raja singa dan penyakit perempuan, bahkan menurut statistik bahwa homosexsual mencapai prosentase lebih. Pada awal tahun delapan puluhan timbul reaksi yang gencar dari para artis dan bintang-bintang film di california USA mereka tidak terbayang, bahwa penyakit HIV AIDS akan menjadi penyakit ganas dan cepat menular, dalam sejarah manusia di dunia yang akan meninggalkan kesediaan ,kepada keluarga dan yang terkena terjangkit akan mengalami rasa sakit yang tidak ada tara bandingnya. Diantara tersebarnya penyakit ini adalah masa bodoh dan tidak mematuhi petunjuk agama yang mengajarkan bahayanya penyakit terkutuk ini dan menularnya secara drastis, Diseluruh pelosok dunia mencapai 65% juta menderita dan terjangkit HIV/AIDS sejak terdeteksi penyakit terkutuk ini. Menurut laporan PBB tentang penularan HIV/AIDS pada tahun sembilan puluhan menyebabkan kematian lebih dari 35 juta tepatnya pada tahun 1981 bertambah 40 juta , Pada tahun 2005 meninggal sebanyak 2,4 juta dan terjangkit pada tahun 2005 dalam statistik terakhir dunia mencatat penderita yang tertular AIDS mencapai 38,1 juta. Di benua Afrika dan beberapa negara menempati tempat tertinggi terserang penularan penyakit AIDS yang mematikan ini terutama di kawasan selatan sahara, dimana 1.3 dari masyarakatnya yang menderita dan meninggal dunia 1 juta orang didaerah ini pada tahun lalu dan tidak menurun prosentase di Afrika Selatan bahkan menunjukkan peningkatan, adapun di Kenya dan Zimbabwe dan juga di Burkinafaso telah mengalami penurunan tersebarnya penyakit HIV/AIDS dan juga terjadi penurunan di beberapa negara Asia seperti negara Kamboja dan Thailand. Sebaliknya terjadi penyebaran AIDS di Cina, Indonesia, dan Vietnam menempati rangking tertinggi di banding di Afrika. PBB membuat laporan bahwa penderita AIDS terjadi satu perbanding lima yang sanggup mendapatkan sarana-sarana pencegahan utama, bahwa satu orang berbanding delapan yang sanggup mengadakan pemeriksaan chek virus AIDS. Dasar-dasar ini telah disyahkan oleh para ilmuwan PBB yang menangani bidang kependudukan, maka penyakit AIDS itu akan mematikan penderita sebanyak 31 juta orang di India, 8 juta di Cina dalam kurun waktu tahun 2005 sedangkan di Afrika mencapai penderita yang meninggal sebanyak 100 juta. Dan negara-negara Islam berusaha sekuat tenaga dalam muktamar-muktamar yang bersifat internasional ataupun regional dalam semua rekomendasinya secara jelas dan fakta menentang adanya hubungan seksual dan homosexsual yang keluar dari syariat agama dan ini merupakan sesuatu hal yang tidak dapat diganggu gugat yaitu memerangi tersebarnya AIDS dengan memberikan kesadaran pada masyarakat dunia. Oleh karena itu bahwa pembasmian terjadinya dan penyebaran AIDS adalah peranan agama dan ahlak (moral) termasuk norma-norma kekeluargaan yang sehat. Bagi mereka yang tidak menghiraukan ketentuan agama dan prinsip-prinsip PBB maka merekalah yang akan menerima bahayanya AIDS. Ditutup dengan motto Semua penyakit ada obatnya, kecuali mati


http://www.bkkbn.go.id/popups/printRubrik.php?ItemID=352

Peranan Anggota Perubatan dan Paramedik di dalam Dakwah

Oleh: Dr Zakuan Zainy Deris
Naib Presiden PAPISMA
azam99kk@yahoo.com
1. Pengenalan
Selain daripada bidang pendidikan, bidang perubatan dan kesihatan merupakan medan
dakwah yang paling utama. Perkara ini boleh dilihat dalam strategi penjajah apabila menakluki
sesebuah Negara. Mereka langsung akan membuka sekolah-sekolah beridentitikan agama
mereka. Mereka juga membuka hospital-hospital dan klinik kebajikan untuk orang-orang yang
lemah dan miskin. Kesan-kesan ini masih boleh dilihat sekarang ini. Wujudnya sekolah-sekolah
La Salle, King George, Stella Maris, St. , Victoria dan sebagainya serta corak pakaian seragam
dan pergaulan yang diambil secara langsung daripada budaya mereka. Hanya di akhir tahun
80an barulah corak pakaian seragam yang menutup aurat dibenarkan termasuk juga di sekolah
kebangsaan biasa.
Bidang perubatan dan kesihatan juga tidak
ketinggalan. Sistem jururawat contohnya terlalu sukar
untuk diubah kerana ianya menggunakan asas
penjajah. Pakaian menutup aurat dikalangan jururawat
baru diperkenalkan akhir tahun 1990an. Di samping
itu hospital-hospital missionary masih wujud secara
langsung contohnya Hospital Mount Miriam yang
merawat pesakit kanser diakhir nazaknya. Terdapat
sesetengah fakulti perubatan luar Negara yang secara
langsung menekankan tentang adab-adab dan budaya
kristian didalam silibus pelajarannya.
Ini belum lagi dilihat kepada perubatan
traditional dan alternative. Bidang-bidang ini yang
berhadapan dengan tidak sedikit orang-orang sakit juga sebahagiannya mempunyai latar
belakang dakwah dan agama. Lihatlah bagaimana sesetengah sami budha juga turut dikenali
sebagai dukun atau sami hindu yang terkenal dengan keajaiban tersendiri.
Ini semua adalah persaingan dalam dakwah yang memerlukan bukan sedikit tenaga and
usaha daripada ahli perubatan dan paramedik muslim. Tetapi yang lebih penting daripada itu
adalah kesedaran dan perancangan daripada dai’ tersebut. Sudah tentulah persaingan untuk
memenangi hati manusia ini tidak boleh dihadapi dengan kekerasan dan senjata tetapi mestilah
dihadapi dengan psikologi dan lemah-lembut.
Di sinilah kita menekankan dakwah bil hubbi bukannya dakwah bil harbi. Iaitu dakwah
dengan cinta bukannya peperangan.
2. Kelebihan Anggota Perubatan dan Paramedik
a. Kelebihan anggota perubatan dan paramedik
Anggota perubatan terutamanya doktor–doktor sudah tentulah mempelajari asas-asas
kaunseling, perhubungan interpersonal, kemahiran perhubungan dan sebagainya,
menambahkan lagi kemahiran-kemahiran dakwah yang ada padanya.
Kebanyakan anggota perubatan dan para medik juga dalam kategori dianugerahkan
oleh Allah dengan akal yang baik. Sudah tentulah dia boleh berfikir, mencari alternatif dan
Menutup aurat adalah wajib, walaupun
semasa berkhidmat kepada pesakit
berhujah dengan pesakitnya sebagaimana dia boleh berhujah mempertahankan rawatan
pesakitnya itu.
b. Keadaan pesakit
Anggota perubatan dan
paramedik biasanya didatangi oleh mad’u
mereka yang berupa pesakit-pesakit. Ini
sudah tentu merupakan keuntungan yang
sangat jelas berbanding dengan dengan
lain-lain pendakwah kerana mereka yang
lain itu terpaksa mencari mad’u
sedangkan bagi doktor dan anggota
paramedik, mad’u lah yang mencari
mereka.
Keadaan pesakit yang
memberikan sepenuhnya kepercayaan
kepada doktor tersebut untuk
memberikan rawatan fizikal yang
dihadapinya sehinggakan dia membuang
sama-sekali perbezaan antaranya dengan
perawat yang memberikan perkhidmatan
itu. Tidak ada lagi perbezaan agama dan
warna kulit. Tiada lagi perbezaan fahaman dan parti politik. Tiada lagi perbezaan kasta dan
makanan. Semuanya itu dibuang demi untuk mendapatkan rawatan yang terbaik.
Perkenalan yang singkat dengan perawat tersebut seolah-olah telah lama dikenalinya
sehingga dia sanggup memberitahu segala rahsia yang disimpan selama ini walaupun kepada
anak dan isterinya sendiri. Segala rahsia didedahkan kepada orang yang baru dikenalinya
yang bergelar doktor tersebut. Segala masalah diceritakan satu persatu agar tuan doktor
memberikan rawatan terbaik. Bahkan terkadang sekiranya dia silap memberikan maklumat
ditelefon semula doktor tersebut untuk memberikan maklumat yang betul
c. Keluarga pesakit
Keluarga pesakit sangat mengharapkan bantuan perawat keluarganya itu. Diberikan
sepenuh kepercayaan. Diikut semua nasihat doktor tersebut tanpa mempertikaikan sedikitpun
walaupun kadang-kadang nasihat doktor tersebut menjejaskan nafsu sipesakit itu. Kadangkadang
juga nasihat yang diberikan tidak berapa dapat diterima akal oleh orang awam
tersebut. Tetapi demi memberikan keprcayaan kepada si doktor serta demi orang yang
tersayang itu sembuh daripada penyakitnya, maka diikut juga nasihat doktor tersebut
adi semua prasarana untuk dakwah sangat terbuka dan sangat lumayan. Jadi amat
malang sekiranya doktor tersebut masih belum mampu untuk berkongsi kebenaran
agama kita, nasihat dan kefahaman kita dengan mereka semua pada waktu emas ini. Rugilah
sekiranya kesempatan yang terakhir bagi sesetengah pesakit ini tidak diambil dan membiarkan
mereka meninggalkan alam yang fana’ ini dengan dosa serta maksiat atau engkar kepada
penciptanya. Adakah kita tidak bersedih sekiranya pesakit menemui penciptanya sedemikan kerana
keengkaran doktor itu berdakwah.
J
Proses membantu mesti dilakukan secara ikhlas
3. Merancang Dakwah
a. Menuntut ilmu
i. Usrah
Usrah merupakan medan yang sangat mesra doktor dan anggota paramedik
untuk mencari ilmu, latihan berhujah serta bertukar pandangan. Dari sudut
pengurusan masa, sudah tentu masa berusrah dan hasil yang diperolehinya adalah
sangat efektif berbanding dengan kaeadah pencarian dan praktikal ilmu lainnya. Ilmu
yang dibincangkan seharusnya meliputi asas-asas aqidah, perbandingan sains dan
kitab, fiqh perubatan dan isu semasa perubatan.
Anggota perubatan dan doktor biasanya sudah terdedah dengan kumpulan
perbincangan akademik. Jadi inilah medan yang hamper sama dengan group
discussion itu. Bukannya satu perkara yang asing bagi mereka untuk membuat kerja
rumah, membuat kerta kerja, mengemukakan pandangan, menjawab pandangan balas,
bertolak ansur: semuanya ini ditekankan dalam usrah. Tinggal lagi usrah lebih
terkedepan dari group discussion dari sudut keprihatinan kepada ahli, budaya tegur
menegur dan nasihat menasihati, berkongsi maklumat dan privacy dan lain-lain
kerana perhubungan usrah itu diasaskan kepada tunjang aqidah yang sah.
Sabda Rasulullah SAW: Tiga golongan sekiranya kamu memilikinya, nescaya
kamu mendapat kemanisan iman; iaitu kamu mencitai Allah dan Rasul lebih darpada
segalanya, kamu tidak mencintai orang lain melainkan kerana Allah dan rasul serta
kamu benci kemabali kepada kekufuran sebagai mana kamu benci dicampakkan ke
dalam api neraka.
ii. Program Perbandingan agama dan budaya
Anggota perubatan dan paramedik seharusnya dibekalkan dengan ilmu
perbandingan agama dan budaya. Ini merupakan asset yang penting baginya untuk
memelihara sensitivity pesakitnya dalam hal yang dibenarkan. Juga terlebih penting
daripada itu adalah baginya memahami kenapa pesakitnya belum lagi Islam
sedangkan kebenaran itu sudah jelas.
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah
jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang
ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah
berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 256)
Dia juga seharusnya belajar untuk memulakan dialog agama dengan
pesakitnya yang sebahagian besar sangat kosong rohaninya itu. Peluang inilah
digunakan untuk memberitahu tentang agama Islam kepada mereka dan membiarkan
mereka membuat penilaian. Konsep kehidupan selepas mati dalam islam perlu
diterangkan dan pada masa yang sama kita memahami perbezaan dengan agama lain.
لاَ إِآْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ
بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ
لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Keseuaian Islam dengan sains moden juga merupakan asset yang besar bagi
kita kemukan kepada mad’u kita bagi membuktikan kebenaran Islam yang kita cintai
ini.
iii. Program ilmiah lain
Menjadi satu kelebihan sekiranya anggota perubatan mampu untuk
meluangkan sedikit masa bagi mempelajari sebahagian daripada cabang ilmu agama
yang khusus yang boleh digunakan dalam kehidupan sehariannya. Tetapi harus
diingat bahawa mereka bukanlah akan menggantikan tempat-tempat ustaz-ustazah
atau selainnya dalam perkara khusus ini. Biarlah ustaz dan ustazah berpenanan dalam
bidang mereka dan anggota perubatan menambah ilmu dalam bidang ini sebagai
melengkapkan sebagai seorang doktor daie’ yang fakih.
atu hal lagi, harus dielakkan daripada
menjadi kelompok yang digelar oleh Syiekh
Yusof al Qaradhawi sebagai ahli kalam
moden iaitu mereka yang gemar berbahas dalil-dalil dan
nas dalam perkara yang ada khilaf atau kelonggarannya
sampai membebankan dirinya sendiri. Ini juga boleh
menyebabkan kerja besar dakwah yang terganggu serta
terhenti kerana perbahasan yang tidak kunjung selesai itu.
Mereka tidak mahu orang awam mengikut mana-mana
mazhab tetapi merekalah yang membina mazhab yang
kelima. Mereka mahu mengikut aliran salaf, tetapi
sebenarnya merekalah yang meminggirkan budaya salaf
yang hormat menghormati dan berlapang dada dalam
berbeza pandangan. Mereka anti kepada taqlid kepada imam muktabar tetapi
merekalah yang gemar orang bertaklid dan mengikut ketua mereka. Mereka anti
kepada jemaah centric tetapi sebenarnya mereka mengagungkan individu (anacentric).
Mereka mengatakan ahli jemaah meletakkan status maksum dan tidak boleh
dikomen kepada jamaah tetapi sebenarnya mereka sangat menyanjungi pemimpin
mereka dan sanggup mempertahankan pemimpin mereka walaupun pemimpin itu
silap atau tersasul.
b. Dakwah dengan sikap dan tingkahlaku
Dakwah bil hal merupakan satu kaedah yang sangat penting. Menunjukkan contoh
teladan yang baik merupakan satu prinsip dakwah oleh Rasulullah SAW.
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan
dia banyak menyebut Allah. (Al Ahzab 21)
Dalam hal ini seharusnya anggota perubatan yang faham Islam menujukkan contoh
teladan yang baik. Dari segi gerak kerjanya; dia seorang yang sangat cemerlang dari segi
ilmu dan kemahirannya; dari segi masa bertugas, dia boleh hadir membantu pesakit
S
Syaikh Yusof
Qaradhowi, ulama masa
kini
لَقَدْ آَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن آَانَ يَرْجُو
اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَآَرَ اللَّهَ آَثِيرًا
walaupun bukan pada masa on call; dia juga sangat terbuka dengan kritikan; dari segi
amal ibadatnya, dia sentiasa menjada amalan wajib dan menjauhkan yang haram serta
membanyakkna yang sunat dan meninggalkan yang makruh. Sekiranya ada pilihan, dia
akan memilih yang mudah, sekiranya ada kelonggaran, dia memilih yang longgar. Dia
menjadi contoh kepada anggota perubatan lain, para pembantu serta yang utamanya
kepada pesakit dan keluarga mereka. Kita dihargai apabila pandangan kita diperlukan,
tetapi sekiranya kita menyukar untuk dihubungi atau memarahi ketika dihubungi, maka
sudah tentu kita tidak mahu mengeluarkan pandangan. Dan kita tidak lagi diraikan.
c. Dakwah interpersonal
Dakwah interpersonal dengan pesakit adalah sangat penting. Sebahagian dari
pesakit perlu dibuat secara follow up khusus. Termasuk juga melawat kerumah pesakit
apabila keadaan memerlukan dan kita sudah melengkapi diri untuk perkara ini. Harus
diingat bahawa perkara ini adalah sangat sukar dan hanya orang yang mampu sahaja
wajar melakukannya.
Seorang sahabat menjadi anak angkat satu keluarga non-muslim yang kaya dan
berpelajaran Dia boleh berdialog agama secara terbuka dengan mereka. Dan keluarga
cina tersebut sangat menunjukkan minat kepada Islam dan tidak lagi prejudis seperti
sebelumnya.
d. Dakwah rakan sekerja
Dakwah kepada rakan sekerja sangat penting. Terdapat dua teori jamaah yang harus
dipertimbangkan iaitu ekslusif dan inklusif. Sekiranya jamaah ini dikawal terlalu ekslusif,
maka jamaah akan kaku dan tidak bermaya. Jemaah tidak mampu berkembang dan ahli
jamaah akan menjadi golongan elit. Inklusif yang keterlaluan juga merbahaya. Kerana ia
boleh menyebabkan prinsip-prinsip sirr dan hazar terancam.
Oleh kerana itu ekslusif dan inklusif ini mesti disesuaikan dengan individu, keadaan
dan masa. Kata-kata pengurus pasukan bola sepak: gol boleh diperolehi apabila adanya
orang tepat, di posisi yang tepat dan masa yang tepat.
Yang kebiasaanya, di alam perkejaan, seharusnya rakan sekerja memahami fahaman
kita dan mereka menghormati fahaman tersebut. Tidak perlulah kita mengisytiharkan diri
berada dalam jamaah sekian sekian, ataupun muncul di atas pentas-pentas ceramah
sekian-sekian, ataupun berbahas dengan bos sekian-sekian. Cukuplah sekiranya
pandangan kita mewakili pandangan Islam dan jamaah, kita boleh berkerja dengan
condusif selaku seorang muslim dan dihormati, serta kita juga mempunyai masa untuk
melakukan rutin-rutin asas ibadat, menuntut ilmu serta berjamaah. Kalaulah asas ini tidak
dihormati, maka kita harus menyemak keadaan diri sendiri sebelum kita menyemak apa
yang tidak kena pada orang yang tidak menghormati kita itu.
4. Halangan-halangan Dakwah
a. Keluarga
Halangan keluarga merupakan satu tragedi. Ia boleh
mematikan pergerakan dai’e tersebut serta membunuh
kerja-kerja dakwah secara umumnya. Kenapakah ini
berlaku?
i. Tersilap pilih pasangan
Baitul muslim merupakan cita-cita setiap
individu yang memahami Islam. Islam tidak boleh
Baitulmuslim idaman setiap
individu
ditegakkan dalam Negara sebelum wujudnya unit-unit baitul muslim. Disebut oleh
salah seorang bekas mursyidul am Ikhwan: Dirikanlah Negara Islam dalam diri
kamu sebelum kamu mendirikan Negara Islam di tempat kamu.
Jadi untuk mewujudkan baitul-muslim ini memerlukan perancangan dan tidak
boleh berlaku secara spontan seperti teori evulosi. Diantara perancangan yang
penting adalah dengan memilih individu yang memahami gerak kerja dakwah
sebagai pasangan. Terlalu banyak tragedi-tragedi ahli-ahli karam ditengah jalan
dakwah kerana memilih pasangannya bukan kerana Allah dan Rasul.
ii. Anak-anak
Anak-anak juga merupakan fitnah kepada perjuangan dan dakwah ini. Dengan
pengurusan anak-anak yang berteburan, ia boleh merencatkan kerja dakwah. Dalam
hal ini banyak diceritakan tentang anak-anak terabai kerana ibu bapanya sibut
dengan kerja-kerja dakwah untuk orang lain sehingga melupakan dakwah kepada
anak-anaknya sendiri.
Disebut oleh rasul yang mulia SAW: Dilahirkan anak-anak itu dalam
keadaan fitrah. Maka ibu bapanyalah yang menyahudikannya, atau
menasranikannya atau memajusikannya.
iii. Ibu bapa
Ibu bapa kerap juga menjadi penghalang kepada kerja-kerja dakwah. Tetapi
biasanya ia bukanlah masalah yang besar bagi seorang pegawai perubatan atau
kesihatan yang telah mempunyai kehidupan sendiri. Namun begitu sekiranya masih
wujud masalah ini, maka anggota kesihatan itu lebih-lebih lagi kena menghisab diri
mereka sendiri. Mungkin dia tidak cukup berbuat baik kepada orang tuanya seperti
di arahkan didalam al Quran.
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya;
ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah,
dan menyusunya selama dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada
dua orang ibu bapamu, hanya kepada-Kulah kamu kembali. (Lukman 14)
b. Kesibukan pekerjaan
i. Tugas rutin
Tugas rutin sebagai anggota perubatan dan paramedik adalah sangat
membebankan. Terkadang bukan sahaja usaha dakwah yang tergendala, tetapi juga
amalan-amalan wajib juga terancam. Tugas rutin juga memerlukan pengurusan
masa yang sangat baik. Dengan pengurusan masa yang baik ini, kita boleh
mengadakan ruang-ruang kosong khusus untuk berusrah, menuntut ilmu, membaca
dan selainnya. Tugasan on call khususnya mestilah disesuaikan supaya tidak
tergadai masa usrah. Dan perkara ini mesti dirancang dari masa ke semasa setiap
bulan.
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ
وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ
الْمَصِيرُ
Saya mencadangkan, demi untuk meraikan kesibukan sebahagian besar
daripada anggota perubatan dan paramedic, supaya setiap aliran latar belakang
tarbiah berlainan menubuhkan alumni masing-masing. Dengan alumni tersendiri ini
unit unit gerakan akan diperkecilkan, dan penyelarasan kerja dapat dilakukan.
Tambahan pula setiap alumni ini lebih mengenali anatara satu sama lain dan lebih
prihatin kepada sahabat yang sudah lama makan satu talam dengannya. Sekiranya
keciciran berlaku, ia agak mudah untuk dikesan semula berbanding dengan unit
gerakan yang besar.
ii. Lokum
Lokum adalah usaha lebih anggota perubatan untuk membantu kewangan
keluarga atau jamaah. Perkara ini digalakkan dalam keadaan yang terkawal. Iaitu
pengurusan masa yang baik bagi memasti setiap anggota gerakanmempunyai masa
bersama keluarga, usrah dan aktiviti khidmat secara sukarela. Jangalah pula usaha
dan pendapatan yang lebih ini mengulangi kisah Tsa’labah yang terkenal itu.
c. Kurang komitment
i. Kurang komitment terhadap amalan wajib
Komitment dalam amalam amalan wajib sangat penting. Sekiranya tiada
komitment dalam amalan wajib, bagaimana atau dengan apa angota perubatan dan
paramedik ini mahu berdakwah. Ingatlah amaran Allah dalam al Quran
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak
kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apaapa
yang tiada kamu kerjakan (As Saf 2-3)
Dalam hal ini saya menasihatkan supaya anggota perubatan dan padamedik
supaya bersolat di awal waktu kerana kecemasan tidak mengira masa. Kalau
sekiranya kita tidak bersolat di awal waktu berkemungkinan kita tidak sempat untuk
bersolat langsung.
ii. Kurang komitment terhadap amalan sunnah
Amalan sunnah khususnya membaca Alquran dan mathurat adalah sangat
penting. Ia akan bertindak sebagai immune system yang boleh menjaga individu
daripada terjebak ke lembah kehancuran. Teringat seorang pakar bedah yang saya
kagumi, di samping menjadi pakar bedah, beliau sentiasa membaca al Quran yang
dihafaznya semasa melakukan pembedahan. Secara tidak langsung ini juga adalah
suatu dakwah kepada orang lain disekeliling. Tetapi seharus diingat supaya tingkah
laku dan performance mestilah setara dengan amalan sunah sebegini.
iii. Kurang komitment terhadap pekerjaan
Komitment terhadap pekerjaan adalah sangat penting. Sekiranya seseorang
anggota perubatan tidak minat dengan keadaan pekerjaannya yang sentiasa
memerlukan komitment yang lebih, mereka awal-awal lagi tidak perlu memasuki
( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ( 2
( آَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ( 3
bidang yang penuh dengan kecemasan ini. Apabila menjejaki bidang ini , mahu atau
benci, menjadi kewajiban bagi mereka untuk terus iltizam dalam bidang kritikal ini.
Apabila berada dalam bidang ini, sudah menjadi fardu a’in bagi dirinya untuk
komitted membantu pesakit. Dan sudah tentulah dengan komitment ini juga
merupakan satu dakwah kepada pesakit.
d. Konflik rakan sekerja
i. Konflik dengan rakan sejemaah
Alhamdulillah sepanjang pengamatan saya, konflik sebegini tidak berlaku
bagi ahli jamaah dalam bidang ini. Kejayaan menggabungkan anggota jamaah dari
pelbagai latar belakang tarbiah merupakan antara kejayaan Papima. Bahkan
masing-masing saling lengkap melengkapi satu sama lain dalam membantu dakwah
dan gerakan.
ii. Konflik dengan rakan berlainan jamaah tetapi bercita-cita islam
Rakan-rakan yang bercita-cita Islam samada yang berada dalam jemaah Islam
atau bersendirian mesti dilayan sebagai rakan yang mempunyai pandangan berbeza.
Dalam hal ini perbezaan seharusnya di kebelakangkan dan sebaliknya persamaan
antara kita dan mereka yang kita tekankan. Banyak persamaan-persamaan yang
boleh kita utarakan. Antaranya adalah kebersamaan kita menentang kezaliman,
kebersamaan kita membantu orang sakit, orang miskin dan orang ditimpa bencana,
kebersamaan kita menentang bidaah, tahyul dan maksiat, kebersamaan kita
menghadapi gejala murtad dsb. Perkara-perkara sebegini yang kita sepakat bersama
mesti ditekankan.
Terkadang ada yang keras dalam satu isu dan lembut pula mereka dalam isu
yang lain. Sebagai contohnya saya pernah ditanya oleh pelajar tentang masalah
menegur secara terbuka atau tertutup. Perkara ini mestilah mengikut siyasah
syariyyah dan awlawiyyat semasa. Janganlah konflik kita berterusan sampai
menggagalkan agenda dakwah yang lebih besar itu.
iii. Konflik dengan rakan yang secular
Rakan-rakan sekerja yang secular juga kadang-kadang melambatkan usaha
dakwah kita. Pada orang sedemikan, kita kembali kepada persetujuan asal kita
bahawa kehidupan dan kematian kita bukan milik kita tetapi milik pencipta kita.
Jadi mahu tak mahu kita akan menjadi sejarah dan mesti menghadapi pencipta kita
selepas kematian. Jadi semua kerja buat yang kita lakukan seharusnya dalam
persediaan menghadapi pencipta ini termasuk lebih-lebih lagi dakwah kepada
pesakit. Jadi dalam hal ini biasanya kecemerlangan kita melakukan tugas rutin akan
menghentikan kritikan mereka yang secular ini.
iv. Konflik dengan rakan belum Islam
Rakan yang belum Islam seharusnya menjadi target dakwah kita dan tidak
seharusnya berkonflik dengan mereka. Firman Allah;
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah
yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang
lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An Nahl 125)
Kita juga mementingkan persamaan kita dengan mereka sebagaimana
dikehendaki Allah;
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat
(ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita
sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan
tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain
Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah,
bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (Al Imran 64)
e. Penyakit-penyakit hati
i. U’jub
Ujub atau ta’ajub bil nafsi merupakan perasaan kagum kepada diri sendiri
yang menjadi musuh kepada dakwah. Kagum kepada kebijakan atau pendapat
sendiri sehinggakan kita tidak lagi mahu mendengar pandangan kedua. Kita
sangkakan pandangan kita yang terbaik sedangkan itu bukan yang terbaik. Kita
menutup telinga daripada mendengar teguran dan kritikan orang lain.
ii. Angkuh dan Sombong
Angkuh dan sombong merupakan beban kepada dakwah. Banyak orang boleh
berendah diri semasa bergelar mahasiswa tetapi mula naik kepala apabila mendapat
ijazah dan pekerjaan yang stabil. Mereka sangat angkuh dengan gelaran yang
dipegang sehinggakan tidak lagi mahu menuntt ilmu kerana disangka dia sudah
memiliki ilmu yang cukup. Kakitangan bawahan sangat takut menegur kerana
beliau sahaja yang betul. Ibu bapa dan guru-guru sudah tidak dihiaraukan lagi
kerana saya sudah bergelar doctor. Siapa lagi yang bolehmenegur mereka ini?
iii. Boros
Alam mahasiswa adalah penuh dengan jimat cermat serta perbelanjan yang
berhemah. Tetapi apabila mereka sudah mempunyai gaji yang banyak, mereka
sudah tidak tahu untuk berjimat cermat. Mereka boros. Mereka membelanjakan
kepada perkara yang tidak perlu. Mereka menghabiskan gaji setiap bulan untuk
bulan itu sahaja. Mereka tidak tahu melabur atau membeli harta jangkan panjang.
Mereka melancung setiap bulan, makan di fast food selang sehari,tidak menderma
untuk hari mati.
iv. Bermewah-mewah
Bermewah mewah walaupun mereka mampu, sebenarnya tidak baik juga
untuk dakwah dalam banyak hal. Kerana majority mad’u mereka adalah golongan
miskin dan tidak berkemampuan. Keadaan yang mewah ini boleh menyebabkan
madu’ sedemikian menjauhkan diri. Apatah lagi kalau di campur dengan perasaan
sombong dan angkuh itu. Hal ini mungkin boleh dibincangkan sekiranya skop
dakwahnya kepada orang yang mewah juga.
5. Harapan Jemaah kepada Ahli Perubatan dan Paramedik
Jemaah sama sekali tidak mengharapkan semua orang berada di medan juang atau pentas
politik. Jemaah bukanlah merencanakan ahli-ahli para medik akan menjadi ustaz untuk
menyampaikan khutbah dan kuliah di masjid. Bahkan sebahagian daripadanya perlu untuk membuat
kerja-kerja penyediaan prasarana yang sesuai supaya jemaah khususnya dan Islam umumnya akan
berada di atas. Firman Allah;
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah
tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan
kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada
manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka
berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak
Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?" Katakanlah:
"Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang
bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun. (An Nisa’ 77)
a. Cemerlang dalam bidang masing-masing
Menjadi kewajiban kepada ahli jaah dalam bidang perubatan dan kesihatan ini untuk
cemerlang dalam bidang masing-masing. Sepatutnya orang yang terlibat dalam gerakan
Islam lebih cemerlang daripada orang lain. Bahkan mereka juga mesti setara aktiviti jemaah
dan pekerjaan seharian mereka. Adalah mirip kepada fahaman sekularisma, sekiranya
mengganggap kerja untuk kerja untuk jemaah mesti dilakukan dengan cemerlang tetapi kerja
untuk menyelamatkan pesakit boleh dilakukan sambil lewa.
b. Berupaya mengendalikan program khidmat
Program khidmat khususnya khidmat
kesihatan, berkhatan dan bantuan bagi orang
kurang upaya merupakan pengkhususan ahli
perubatan dan paramedic. Menjadi satu
kecacatan sekiranya anggota gerakan tidak
mampu mengatur program khidmat sebegini bagi
pihak jemaah. Progam sebegini menampakkan
kemesraan dakwah serta keprihatinan kita
kepada orang-orang yang kurang bernasib baik.
c. Infak
Menginfakkan sebahagian pendapatan
untuk kepentingan dakwah dan Islam merupakan
satu keperluan. Tambahan pula pendapat bagi anggota perubatan dan paramedic lebih
daripada pendapatan orang awam. Saya tertarik dengan satu alumni sebuah universiti yang
membelanjakan kadar yang cukup tinggi iaitu 5% sebagai derma bulanan bagi gerakan. Ini
adalah contoh teladan yang sangat besar. Ingatlah harta kamu bukanlah yang kamu telah
makan atau gunakan, tetapi apa yang kamu simpan untuk hari esok.
d. Membantu pembuatan polisi
Banyak polisi kesihatan tidak difahami oleh sebahagian besar anggota jemaah umum.
Ambil contoh peristiwa pembunuhan ayam itik disebabkan selsema burung mendapat
bantahan tidak sedikiti ahli jamaah. Jadi pembuatan polisi sebegini memerlukan pandangan
daripada ahli dalam bidang ini.
e. Menjadi tangan dan lidah Islam menghadapi musuh
Di antara perkara penting bagi anggota perubatan dan paramedic jemaah adalah
mewujudkan suasana kondusif untuk dialog dengan musuh. Perkara sebegini tidak boleh
Sumbangan tenaga dan harta demi
meninggikan kalimah Allah di muka bumi ini
diserahkan kepada ustaz atau tuan guru keran imej mereka dipandang serong oleh potential
mad’u ini. Jadi imej professional, terbuka dan boleh berbahasa penjajah sangat penting bagi
menghadapi musuh yang tidak pernah berhenti menyerang islam itu.
Kita menggunakan tangan untuk menulis bagi mempertahankan islam di ruang cyber
atau dalam akhbar. Kita berucap dan berdialog mempertahankan Islam di forum umum.
Perkara sebegini lebih-lebih penting lagi bagi muslimat yang kerap mendapat ‘pembelaan’
yang tidak diperlukan oleh kumpulan feminis itu.
6. Penutup
Perjuangan dan dakwah bagi anggota perubatan dan paramedic sebenarnya berbeza daripada
skop dakwah dalam kumpulan lain. Keadaan mad’u yang datang sendiri kepada dai’e serta
persediaan mad’u untuk menerima nasihat dai’e merupakan keuntungan yang nyata dalam bidang
ini. Sekiranya keuntungan ini tidak diambil, maka ia mungkin akan terlepas dengan berlalunya masa.
Akhirnya, kertas yang panjang ini dan segala apa yang dicerekkan dalam kertas ini
sebenarnya merupakan pandangan dan pemerhatian individu. Sudah tentulah banyak kelemahan,
kesilapan atau keciciran dalam mana-mana bahagian. Kerana itu disusun sepuluh jari memohon
kemaafan sekiranya ada yang salah atau silap.
Kota Bharu 12hb Jan 2007

T U G A S

English French German Spain Italian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

About Me

My photo
Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Followers

TAK GENDONG

LIVE MUSIC